Elektabilitas Gerindra Berpotensi Salip PDIP

GERINDRA19 Dilihat

SWARA PARLEMEN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadi partai politik yang mengalami peningkatan elektabilitas, menurut survei dari lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN).

Angka PDIP sebesar 22,1 persen dan Partai Gerindra 20,6 persen, hal ini terkait jika pemilihan umum (pemilu) dilaksanakan hari ini, parpol mana yang akan dipilih responden.

SPIN menilai kenaikan persentase elektabilitas kedua parpol tersebut karena sikap PDIP dan Partai Gerindra menolak amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta wacana penundaan Pemilu 2024. Selain itu, Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga mendapat apresiasi positif dari publik mengenai sikapnya menolak penundaan pemilu mendatang dan masa jabatan presiden 3 periode.

“Sebaliknya, parpol pendukung tiga periode mengalami penurunan. Gerindra sangat fenomenal di mana terjadi lonjakan kenaikan hebat,” tutur Direktur SPIN Igor Dirgantara melalui keterangan tertulis, Rabu (13/4/2022).

Menurut dia, Partai Gerindra berhasil memperkecil gap elektabilitas dengan PDIP. Partai Gerindra, kata Igor berpotensi menyalip PDIP bila dukungan internal Partai Gerindra dapat dipertahankan, loyalitas dukungan tradisional semakin menguat dan kembalinya dukungan pemilih tradisional ke ketua umumnya Prabowo Subianto.

Selain itu, bila Gerindra juga bisa meningkatkan kepercayaan pemilih loyal Presiden Joko Widodo terhadap Prabowo, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat Partai Gerindra akan berhasil menyalip posisi PDIP. Prabowo, menurut Igor bisa saja dianggap sebagai jalan tengah terbaik usai berakhirnya kepemimpinan Jokowi pada 2024 nanti.

“Artinya, jika Prabowo terpilih menjadi presiden pada Pemilu 2024, dikotomi kadrun-cebong berpotensi juga akan menghilang dari jagad politik Indonesia. Dan itu langkah positif bagi keharmonisan sebuah bangsa: persatuan dan kesatuan,” tutur Igor.

Untuk diketahui, survei SPIN ini dilakukan pada tanggal 28 Maret-7 April 2022 dengan total jumlah responden 1.230 yang berusia minimal 17 tahun dan tersebar di 34 provinsi. Dengan metode multi-stage random, tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ± 2,8 persen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan bantuan kuesioner serta kontrol kualitas 10 persen dari sampel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *