KPK Telisik Asal Uang Rp 1,5 Miliar Saat Penangkapan Bupati Muba

KPK22 Dilihat
JAKARTA, (daengnews)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami temuan berupa uang Rp1,5 miliar di dalam tas merah saat penangkapan terhadap Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, Jumat (15/10/2021).

dikutip dari tribun.com,  Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan pihaknya kini akan menelusuri alasan Dodi membawa uang itu ke Jakarta.

“Kami pastikan nanti akan didalami lebih lanjut melalui pemanggilan para saksi,” kata Ali dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Uang itu saat ini disita KPK sebagai bukti operasi tangkap tangan (OTT).

KPK, dikatakan Ali, tidak mau mudah percaya dengan Dodi terkait alasannya membawa uang itu.

Setidaknya, KPK butuh bukti dan keterangan saksi sebelum mempercayai sebuah alasan.

Bukti dan saksi itu akan dicari ke depannya.

“Segala informasi yang KPK terima akan dikonfirmasi kepada saksi-saksi,” kata Ali.

Adapun Dodi ditangkap di salah satu lobi hotel di Jakarta dalam kegiatan OTT terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan saat akan dibawa ke gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan lebih lanjut, tim KPK melihat ada tas di mobil Dodi dan meminta ajudannya untuk membuka tas tersebut.

“Kami lihat di kendaraan yang dibawa untuk ke KPK itu ternyata ditemukan tas warna merah ketika kami minta ajudannya untuk mengambil tas itu setelah dibuka itu isinya tadi Rp1,5 miliar,” kata Alex dalam jumpa pers di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/10/2021).

“Masih didalami peruntukan, termasuk asal uang Rp 1,5 miliar itu dari mana, nanti akan didalami dalam proses penyidikan,” imbuh dia.

Direktur Penyidikan KPK, Setyo Budiyanto, menambahkan temuan uang Rp 1,5 miliar dari tas tersebut menjadi sesuatu yang menarik bagi penyidik.

Nantinya, kata dia, penyidik akan mendalami sumber uang itu dan untuk apa uang itu dibawa ke Jakarta.

“Nantinya akan kami dalami sumbernya asalnya dari mana uang tersebut, kemudian maksud dan tujuan uang itu dibawa (ke Jakarta),” ujar Setyo.

“Kemudian untuk apa keperluannya atau kepentingannya. Dari situ nanti mudah-mudahan kami bisa mendapatkan bukti,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *