PB PON Papua Turut Berduka Cita atas meninggalnya Ketua Dewan Hakim Paralayang 

OLAHRAGA36 Dilihat

JAYAPURA – (Daengnews) Ketua Dewan Hakim Cabang Olahraga Paralayang, Muhammad Salim Bin Abdul Kadir Karaman meninggal dunia pada Jumat malam (8/10) sekitar pukul 23.40 WIT di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Jayapura dikarenakan sakit.

Kepergian Muhammad Salim Bin Abdul Kadir Karaman atau Wim Salim itu, membuat Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua, merasa kehilangan.

“Doa kami semoga keluarga yang ditinggalkan yakni istri dan anak diberikan kekuatan agar dapat menghadapi situasi ini, Duka yang mendalam atas kepergian almarhum,” kata Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda di Jayapura, Sabtu (9/10/2021).

Menurut Yunus, kepergian almarhum membuat kehilangan besar dalam cabang olahraga Paralayang nasional dan khususnya atlet, ofisial dan panitia pelaksana cabor itu di PON XX.

“Namun yang harus diingat adalah semangat yang ditinggalkan almarhum untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XX khususnya pada cabang olahraga paralayang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Paralayang Tonny Ananda mengatakan, jenazah almarhum akan dikebumikan di Surabaya dan diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan Citylink dari bandara Sentani Jayapura pada pukul 14.30 WIT.

“Untuk menghormati almarhum, Ketua Harian, Sekretaris Umum PB PON Papua bersama jajaran datang untuk menyampaikan rasa turut berdukacita dan berdoa bersama di arena landing paralayang di kawasan Kolam Buaya Entrop,” kata Tonny.

Dia menambahkan, doa bersama juga dilakukan atlet dan oficial cabang olahraga paralayang, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Almarhum Wim Salim meninggalkan tiga orang anak seorang istri.

Kepada Tim Humas dan PPM PB PON XX Papua, Sobaah Karaman, istri dari Wim Salim, memberi apresiasi dan terima kasih kepada Panitia Besar PON Papua.

“Terima kasih atas pelayanannya selama almarhum Wim di Jayapura,” ujar Sobbah Karaman, melalui handphone, ketika pesawat Citylink yang membawa jenasah almarhum Win meninggalkan landasan Sentani, Jayapura.  (Dai Zaro/Marcel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *