Cabor PASI Pesimis Kontingen Sumsel Mempertahankan Peringkat Pada PON Di Papua

SUMSEL29 Dilihat

Palembang, (daengnews) Melihat kondisi Pelatda terpusat yang dilakukan oleh KONI Sumatera selatan di JSC terhadap atlet yang akan berlaga pada PON di Papua Pengprov Cabor PASI merasa pesimis kontingen sumsel mempertahankan rangkin 21.

Hal tersebut di sampaikan oleh  Sekretaris Umum Pengprov PASI Sumsel, Zulpaini M Ropi, dirinya merasa pesimis karena menggangap standarisasi pelatda terpusat yang harus dilakukan tidak berjalan secara maksimal.

“ saya pribadi merasa pesimis kontingen sumsel akan mempertahankan peringkat pada PON Papua, ini kami melihat atas apa yang terjadi di pelatda terpusat yang hamper berakhir belum menunjukkan standarisasi pelatda terpusat yang baik,” Tegas Zulfaini.

Dilain pihak salah satu panitia pelatda Firmansyah ada yang terlewatkan yaitu test fisik atlet sebelum mereka menjalankan pelatda terpusat dilakukan, hal ini menurutnya sangat penting sebagai dasar perbandingan ketika atlet siap untuk diberangkatkan pada PON Papua dan mirisnya lagi hingga sekarangpun hamper berakhirnya pelatda terpusat juga tidak ada tanda-tanda akan dilakukan test  fisik terakhir para atlet pelatda.

“ saya melihat ada hal penting yang terlewatkan pada pelatda terpusat atlet PON Papua, seharusnya sebelum pelatda terbusat berjalan harus di lakukan tes fisik, meski test fisik sudah pernah dilakukan pada saat menjelang pelatda berjalan, tapi inikan pelatda terpusat yang harus juga dilakukan pengecekan, selain itu hingga sekarang pelatda hamper selesai belum ada tanda-tanda akan dilakukannya tes fisik atlet terakhir setelah menjalani pelatda terpusat,” ujar Firman.

Firman juga menambahkan selain test fisik, sebelum atlet berangkat ke papua mereka harus juga  di lakukan test kesehatan, namun lagi – lagi itu juga belum ada gambaran kapan mau dilakukan sementara keberangkatan kontingen tinggal menghitung hari.

Oleh karena itu Firman membuat surat terbuka dan meminta maaf kepada masyarakat Sumsel dan Gubernur Sumatera Selatan karena dirinya mengganggap telah gagal mengarahkan latihan atlet sesuai dengan standard yang di butuhkan.   

“ kepada masyarakat Sumsel.saya selaku pribadi dan anggota panitia pelatda tim Sumsel untuk PON XX di Papua mohon maaf. karena gagal untuk mengarahkan latihan atlit sesuai dengan standard yang dibutuhkan. tidak ada test fisik ketika mulai pelatda dan test fisik ketika pelatda akan berakhir akibatnya KONI Sumsel mengirim atlit tanpa standard kesiapan tuk berkompetisi, saya sangat menyadari kesalahan ini sedalam dalamnya kepada masyarakat Sumsel bahwa kami menggunakan uang rakyat Sumsel secara serampangan. untuk mengurangi beban dosa sekali lagi saya mohon maaf kepada pak Gubernur Sumsel dan masyarakat Sumsel,” Ucap Firman.

Sementara itu salah satu panitia pelatda terpusat bidang teknis DR. Samsul Ramel, membenarkan kondisi tersebut dan dirinya sudah menyampaikan usulan kepada pimpinan.

“ Kondisi itu memang benar dan kami sudah menyampaikan usulan kepada pimpinan untuk dilakukan, namun hingga saat ini masih belum terrealisasi,” kata Ramel.

Dirinya juga menambahkan bahwa selain dari test fisik dan kesehatan ada hal yang juga tak kalah pentingnya yaitu peralatan pertandingan yang sampai sekarang belum di terima para atlet yang akan bertanding di ajang PON Papua yang sebentar lagi akan diberangkatkan meski Ramel mendapatkan info bahwa sebagian alat pertandinga sudah tiba dan dipesan.

“ yang tak kalah penting adalah hingga sekarang alat pertandingan atlet yang berlaga di PON Papua belum terujud, meski saya sudah mendapat informasi bahwa ada sebagian sudah datang dan ada yang dalam proses pemesanan,” Jelas Ramel.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Pelatda Terpusat Meirizal menyampaikan bahwa idealnya memang dilakukan test fisik dan kesehatan namun itu semua kembali pada kebijakan para pimpinan dan dirinya sudah berkoordinasi dengan para pelatih tentang kondisi fisik dari atlet masing – masing.

“ idealnya memang harus dilakukan namun semua tergantung dari kebijakan pimpinan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan para pelatih untuk melaporkan kondisi fisik atlet sekarang, ungkap Meirizal.

Sedangkan untuk peralatan pertandingan Meirizal menjelaskan bahwa hal tersebut sebagian sudah ada dan tinggal dibagikan, namun sebagian lagi memang dalam proses pengiriman.

Seperti diberitakan sebelumnya Sebanyak 102 atlet andalan Sumatera Selatan resmi menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Terpusat di Kompleks Internasional Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.

Peresmian Pelatda Terpusat diresmikan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Sekda H Akhmad Najib didampingi Kadispora Sumsel Drs H Akhmad Yusuf Wibowo MSi.

Hadir langsung Ketua KONI Sumsel H Hendri Zainuddin SAg SH, Sekretaris Umum Ir Suparman Romans dan jajaran pelatih, Pengprov Cabor dan atlet Pelatda Sumsel.

Atlet persiapan delegasi Sumsel ini sendiri akan menjalani latihan intensif hingga pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2 hingga 15 Oktober 2021 mendatang di Tanah Papua.

Tak hanya Pelatda Terpusat, persiapan pejuang olahraga di multi event olahraga terbesar Tanah Air juga sudah berlangsung sejak Maret 2021 lalu melalui Program Pelatda Berjalan dengan dikawal oleh 48 pelatih dari 24 cabang olahraga.

Mereka diharapkan mampu memperbaiki catatan prestasi pada PON XIX 2016 lalu yang berhasil diperingkat 21 Nasional dengan capaian 6 medali emas, 11 perak dan 14 perunggu.

Wakil Ketua III Panitia Pelatda Terpusat sekaligus Sekretaris Umum KONI Sumsel Ir Suparman Romans mengatakan, bahwa jumlah atlet yang menjalani Pelatda Terpusat sebanyak 102 orang yang dimulai pada 5 Juni 2021 hingga awal Oktober 2021.

“Tujuan dilakukan Pelatda Terpusat adalah untuk meningkatkan performa tertinggi dalam menghadapi PON Papua untuk memperbaiki catatan prestasi di PON sebelumnya,” jelasnya.(mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *